PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Jambi

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Jambi

Dukung Implementasi KRPL dengan Teknologi Hidroponik




TANJUNG JABUNG BARAT - Dalam rangka mendukung implementasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), PT. Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo) Regional Office 1 Jambi menyelenggarakan pertemuan dan pelatihan hidroponik di Aula Kantor Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Selasa, 5 November 2019.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari kelompok wanita tani, dasawisma, pemuda, tokoh masyarakat dan perangkat Desa Bram Itam Raya, serta turut hadir juga penyuluh pertanian dan mahasiswa KKN Unja.

Acara dibuka oleh Pimpinan PT. Transgasindo yang langsung menyerahkan 8 modul hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique) yang ditempatkan pada beberapa tempat yang dianggap strategis satu diantaranya di Kantor Kepala Desa Bram Itam Raya.

Sambutan dan arahan yang disampaikan oleh Camat Kecamatan Bram Itam sejalan dengan harapan Pimpinan PT. Transgasindo agar peserta benar-benar menyimak dan memahami serta mengimplementasikan nantinya budidaya hidroponik di pekarangannya masing-masing, tidak hanya untuk kebutuhan sendiri tetapi bisa untuk menambah penghasilan.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi turut berperan sebagai narasumber dengan materi "Inovasi Teknologi Hidroponik" yang disampaikan oleh Syafri Edi selaku penanggung jawab kegiatan Tagrimart dan Opal BPTP Jambi.

Peserta sangat antusias terhadap materi hidroponik, karena hidroponik merupakan hal yang baru bagi para peserta.

Selama ini peserta menduga bahwa teknologi hidroponik hal yang susah, rumit dan butuh biaya yang banyak.

Ternyata dengan paparan dan contoh-contoh serta gambar yang ditayangkan melalui infocus oleh narasumber baru peserta mengetahui bahwa teknologi hidroponik cukup mudah, sederhana dan mampu untuk dipahami dan dipraktekkan.

Karena inovasi budidaya hidroponik ada yang sederhana dengan berbagai bahan bekas yang selama ini ada di sekitar peserta dan dianggap sampah serta terbuang percuma.

Alat-alat atau bahan yang dibutuhkan pada hidroponik seperti netpot bisa diganti dengan gelas bekas es walls, rockwool bisa diganti dengan sekam bakar, kain planel bisa diganti dengan kain handuk bekas, singlet bekas, pipa paralon bisa diganti dengan box styrofoam bekas buah, botol bekas air mineral, kaleng bekas cat atau jeriken bekas minyak sayur dan lain sebagainya.

Kegiatan pertemuan dilanjutkan dengan praktek hidroponik menggunakan alat-alat atau bahan bekas yang dibawa peserta berupa jeriken bekas minyak sayur, botol bekas air mineral dan gelas bekas es walls serta contoh pembibitan sayur pakcoi dan selada yang sengaja dibawa narasumber yakni pembibitan menggunakan rockwool dan campuran sekam bakar dengan pupuk organik, juga contoh box styrofoam yang belum diberi lobang dan sudah diberi lobang.

Semua peserta, baik yang berasal dari Bram Itam maupun karyawan PT. Transgasindo sangat bersemangat ikut berbaur bersama langsung praktek, mempersiapkan media tanam, air, pemberian nutrisi, memotong rockwool dan menggunting kain planel serta menanam bibit sayuran pada netpot.

Kegiatan ditutup dengan diskusi, ramah tamah dan tidak lupa berfoto bersama. Semoga kegiatan ini berdampak pada pemanfaatan pekarangan dengan teknologi budidaya hidroponik produksi sayur, hijau, sehat, ramah lingkungan dan bebas dari residu kimia berbahaya.